| Pengarang |
: |
Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah |
| Penerbit |
: |
Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah |
| Tahun |
: |
2025 |
Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik yang justru didominasi lulusan pendidikan menengah, termasuk SMK, sehingga mengindikasikan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan riil industri; hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan SMK di Gresik secara umum berada pada kategori menengah, dengan SMK Pusat Keunggulan (PK) relatif lebih unggul dibanding non-PK, namun masih ditemukan berbagai kelemahan seperti link and match kurikulum yang parsial, ketimpangan sarana praktik dan teaching factory, sertifikasi guru produktif yang belum merata, pembinaan soft skill tanpa evaluasi terstruktur, kualitas dan durasi magang yang bervariasi, tracer study dan data lulusan yang lemah, kemitraan industri yang tidak merata, serta rendahnya literasi dunia kerja dan kesiapan merantau siswa; oleh karena itu direkomendasikan penguatan peran pemerintah terkait dalam koordinasi dan penyusunan roadmap link and match, peningkatan kualitas tracer study dan fungsi BKK oleh Disnaker, fasilitasi teaching factory, kolaborasi antar-SMK, dan pengawasan magang oleh Dinas Pendidikan, serta optimalisasi Rumah Vokasi dan platform Gresikerja agar sinergi pendidikan vokasi dan industri semakin kuat, mutu lulusan meningkat, dan pengangguran di Kabupaten Gresik dapat ditekan